
Kiat Sukses dalam Menghadapi Masa Pensiun
Kiat Sukses dalam Menghadapi Masa pensiun merupakan masa yang secara alamiah akan dihadapi oleh setiap tenaga kerja. Hingga saat ini, ternyata masih banyak orang yang memiliki anggapan pesimis bahwa masa pensiun adalah saat memasuki usia tua, dengan kondisi fisik semakin lemah, menderita berbagai penyakit, dan lain sebagainya. Bahkan ada juga yang beranggapan bahwa masa pensiun merupakan tanda seseorang sudah tidak berguna dan tidak dibutuhkan lagi karena produktivitasnya yang menurun. Persepsi tersebut dapat berakibat buruk, seperti menjadi over sensitif dan subyektif terhadap masa tua. Hal ini juga akan berdampak pada kondisi fisik, semakin tidak bersemangat dan sering terserang penyakit. Agar para karyawan di perusahaan dapat terhindar dari persepsi buruk tersebut, sebaiknya pihak perusahaan memberikan sosialisasi khusus kepada para karyawan yang akan menghadapi masa pensiun.
Ada beberapa hal penting yang perlu dilakukan untuk mempersiapkan diri ketika menghadapi masa pensiun, di antaranya adalah sebagai berikut:
- Persiapan pensiun yang pertama adalah mempersiapkan kondisi fisik dan mental, serta menerapkan gaya hidup yang sehat.
- Persiapan pensiun yang selanjutnya adalah mengembangkan hobi atau kegiatan positif yang dulu sempat tertunda oleh rutinitas kerja. Hobi atau kegiatan positif ini akan sangat bermanfaat bahkan dapat menghasilkan sesuatu yang berguna di masa pensiun.
- Membuat perencanaan anggaran keuangan sebelum masa pensiun tiba juga tidak kalah pentingnya. Hal ini bertujuan untuk menghindari terjadinya masalah keuangan. Misalnya, dengan mencoba metode pendekatan keuangan yang ditawarkan oleh berbagai pihak seperti kantor tempat dulu bekerja atau Bank. Jika memungkinkan, karyawan yang telah memasuki masa pensiun dapat mencoba untuk berinvestasi. Walaupun tidak dalam jumlah yang besar, sesuai dengan situasi dan kondisi keuangan, serta mempertimbangkan kemungkinan faktor resiko atau kerugian.
- Selanjutnya, membuat networking dengan terus menjaga hubungan yang baik dengan relasi dan teman-teman saat masih bekerja. Dengan tetap menjalin komunikasi yang baik, maka dapat tetap melakukan kegiatan yang dulu sering dilakukan bersama atau sekedar saling bertukar pikiran.
- Persiapan yang terakhir adalah memperdalam spiritual dengan mendekatkan diri kepada Tuhan dengan cara memperbanyak kegiatan rohani yang mungkin selama ini tidak terlalu sering dilakukan karena kesibukan kerja. Dengan begitu, karyawan yang pensiun akan mendapatkan ketenangan secara rohaniah dan mental.
Walaupun pegawai swasta sering mendapatkan gaji lebih besar dibandingkan pegawai negeri, namun banyak perusahaan swasta yang tidak memberikan fasilitas penunjang pensiun bagi para pegawainya. Hal inilah yang dialami para pegawai swasta, mereka sering mengalami kesulitan keuangan ketika pensiun karena tidak mempersiapkannya dengan baik.
Agar hal itu tidak terjadi, jangan lakukan hal-hal di bawah ini ketika masih bekerja :
1. Meremehkan usia
Bila usia Anda saat ini masih di bawah 30 tahun dan menganggap waktu bekerja masih sangat panjang, sebaiknya ubah pemikiran tersebut. Dengan usia yang masih muda, Anda masih punya banyak waktu untuk mempersiapkan masa pensiun sehingga kemungkinan untuk mendapatkan hasil yang baik menjadi lebih besar. Idealnya, persiapan pensiun seharusnya sudah dimulai ketika mulai berkarir.
2. Mengambil manfaat jaminan sosial terlalu cepat
Pada dasarnya, manfaat jaminan sosial diperlukan ketika Anda berada di posisi sulit. Namun, bila tidak mendapat posisi tersebut, sebaiknya simpan uang jaminan tersebut untuk dapat dimanfaatkan ketika masa pensiun.
3. Terlalu royal
Jangan belanjakan gaji Anda dengan sembarangan. Sebagai contoh, bila Anda memiliki anak, lalu ingin membelikannya barang-barang berharga mahal seperti smartphone. Hal itu sah saja dilakukan bila tidak mengganggu keuangan. Untuk itu, rencanakanlah pengeluaran sebaik mungkin dan mulailah berhemat.
4. Terlalu percaya orang dekat
Maksud dari pernyataan itu adalah, jangan sampai terlalu percaya nasihat keuangan dari teman atau keluarga. Mengapa begitu? Sebab mereka bisa saja merasa sangat mengenal Anda, namun pada dasarnya hanya Anda yang mengetahui tingkat kebutuhan sendiri setiap bulan. Dalam hal ini, sebaiknya gunakan jasa penasihat keuangan untuk meminta saran dalam mengelola uang.
5. Meremehkan investasi
Bila Anda menganggap investasi bisa memberikan kerugian dalam jumlah besar, memang benar. Namun hal itu bisa dihindari bila Anda mengetahui jenis investasi yang memiliki nilai resiko rendah namun bisa memberikan keuntungan yang baik. Pelajarilah jenis-jenis investasi yang ada termasuk untung ruginya. Berdasarkan pengalaman yang terjadi pada banyak orang, sebenarnya banyak pegawai swasta telah mulai sadar untuk mempersiapkan diri ketika memasuki masa pensiun melalui fasilitas perencanaan keuangan untuk menghadapi masa pensiun.